Melirik Potensi Ekspor Komoditas Biji Kopi Indonesia di Pasar Dunia

Melirik Potensi Ekspor Komoditas Biji Kopi Indonesia di Pasar Dunia

Ekspor Kopi alam Indonesia menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa dengan pangsa utama di Eropa. Pada tahun 2019, lima besar negara pengimpor Kopi alam Indonesia adalah United States, Malaysia, Italy, Egypt, dan Japan. Volume ekspor ke United States mencapai 58,67 ribu ton atau 16,34 persen dari total volume ekspor kopi Indonesia dengan nilai US$ 253,87 juta.

Amerika Serikat dan Jerman adalah dua negara importir kopi terbesar yang juga memiliki potensi pasar ekspor yang paling besar bagi kopi Indonesia. Namun, Jerman memiliki potensi ekspor lebih besar daripada Amerika Serikat. Ini disebabkan karena nilai impor per kapita yang lebih tinggi serta masih terdapat 71.6% potensi ekspor yang belum terealisasikan senilai 201 juta USD (setara dengan 2.9 triliun Rupiah).

Sekarang mengapa Jerman memiliki pasar ekspor kopi yang besar sekali? Pertama-tama, jika kita lihat bahwa Eropa merupakan pasar kopi yang begitu besar, karena berkontribusi terhadap 30% konsumsi kopi di dunia. Padahal negara-negara Eropa bukanlah produsen biji kopi karena sulit bagi kopi untuk ditanam disana. Kondisi ini mengakibatkan mereka secara kuat bergantung pada impor kopi. Lalu, Jerman sendiri sudah berkontribusi terhadap 20% konsumsi kopi di Eropa. Konsumsi kopi per kapita di Jerman mampu mencapai 6,5 kg biji kopi tiap tahunnya. Bandingkan dengan rata-rata konsumsi kopi per kapita di Eropa yang hanya 5,4 kg biji kopi tiap tahunnya.

Potensi Ekspor Komoditas Biji Kopi Indonesia Masih Sangat Tinggi

Berdasarkan ulasan sebelumnya, maka terlihat bahwa potensi untuk melakukan kegiatan ekspor biji kopi nusantara sangat menjanjikan. Meningkatnya kebutuhan pasar dunia akan biji kopi arabika dan robusta terbaik, maka ini bisa menjadi peluang bagi Anda yang sedang berencana terjun ke bisnis ekspor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *