Kenali Ragam Dokumen Yang Diperlukan Untuk Ekspor. Pebisnis Wajib Tahu!

Kenali Ragam Dokumen Yang Diperlukan Untuk Ekspor. Pebisnis Wajib Tahu!

Mengembangkan usaha hingga ke ranah ekspor menembus pasar mancanegara pasti menjadi impian bagi para pebisnis. Namun, bagi pebisnis yang baru akan terjun ke dunia ekspor pastiya menemukan sejumlah kendala. Salah satunya adalah ketidaktahuan tentang persyaratan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk ekspor.

Memang dibutuhkan banyak persyaratan dokumen untuk bisa melakukan kegiatan ekspor. Ini dikarenakan kegiatan ekspor terjadi di dua negara yang memiliki regulasi dan kebutuhan berbeda. Terlebih lagi, kegiatan ekspor memiliki risiko besar sehingga dibutuhkan berbagai dokumen sebagai pemeriksaan dan jaminan.

Dokumen-dokumen Terkait Kegiatan Ekspor Yang Perlu Anda Ketahui

Untuk bisa andil dalam transaksi perdagangan internasional khususnya ekspor, maka Anda perlu mengetahui dokumen-dokumen yang diperlukan dalam kegiatan ekspor. Untuk memudahkan pemahaman, dokumen ekspor sendiri dibagi menjadi 2 (dua) kategori, yaitu dokumen utama dan dokumen tambahan.

Dokumen Utama Kegiatan Transaksi Ekspor

Dokumen utama adalah dokumen yang wajib sifatnya untuk dibuat dalam setiap transaksi ekspor. Berikut jenis-jenis dokumen utama pada ekspor.

Invoice atau Faktur

Invoice, atau bisa disebut sebagai faktur atau nota, merupakan dokumen yang berfungsi sebagai suatu bukti transaksi atau penagihan, dibuat oleh eksportir untuk importir. Invoice harus mencantumkan elemen-elemen berikut: nomor & tanggal invoice, nama barang, harga per unit barang & total harga, nama & alamat eksportir, nama & alamat importir, serta keterangan rekening pembayaran jika diperlukan. Penting juga agar invoice dibuat menggunakan kop surat perusahaan eksportir.

Packing List

Packing list adalah dokumen yang berisikan rincian spesifikasi barang ekspor sesuai dengan invoice. Ini dibuat oleh eksportir atau perusahaan yang melakukan pengemasan langsung terhadap barang tersebut. Fungsi Packing List adalah untuk memudahkan mengetahui isi barang dalam kontainer apabila ada pemeriksaan. Dokumen ini hampir mirip dengan ‘surat jalan’ yang dipakai ketika melakukan pengiriman barang di dalam Indonesia.

Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill

Bill of Lading (B/L) merupakan bukti pengiriman barang atau tanda terima yang dibuat oleh Shipping Company untuk eksportir. B/L dikeluarkan setelah kapal berangkat dari Indonesia. Dokumen ini juga dapat digunakan sebagai kepemilikan barang, dengan eksportir yang memegang B/L adalah pemilik barang yang disebutkan di dalam dokumen tersebut. Sehingga, B/L adalah surat berharga yang perlu disimpan baik-baik oleh eksportir.

Polis Asuransi

Polis asuransi dibutuhkan sebagai surat bukti penanggungan yang dikeluarkan perusahaan asuransi untuk menjamin keselamatan atas barang ekspor yang dikirim, atas permintaan eksportir ataupun importir. Dokumen ini menyatakan jenis-jenis risiko yang diasuransikan serta pihak mana yang meminta asuransi dan kepada siapa klaim dibayarkan. Dengan adanya polis asuransi dalam ekspor, akan meminimalisir kerugian bagi kedua pihak eksportir maupun importir. Setiap asuransi harus dibayarkan dengan mata uang yang sama tertera di L/C (kecuali ada syarat lain).

PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)

PEB adalah surat pemberitahuan yang dibuat oleh eksportir kepada kantor Bea dan Cukai, sebelum setiap pengiriman ekspor. Pembuatan PEB dapat dilakukan sendiri oleh eksportir atau diwakilkan oleh forwarder. Lalu, PEB saat ini juga dapat dikirimkan secara online ke kantor Bea dan Cukai melalui sistem Electronic Data Interchange (EDI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *