Pentingnya Strategi Pemasaran Digital Agar Produk Menembus Pasar Ekspor

Pentingnya Strategi Pemasaran Digital Agar Produk Menembus Pasar Ekspor

Dalam melakukan aktifitas bisnis perdagangan internasional membutuhkan suatu strategi tertentu agar bisnis dapat berjalan lancar dan berkembang. Terlebih jika Anda berencana mengembangkan bisnis hingga ke mancanegara, diperlukan strategi yang tepat. Salah satu strategi dalam bisnis yang harus dilakukan adalah strategi promosi agar produk menembus pasar ekspor.

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa pemasaran atau promosi yang tepat dapat memperoleh buyer dengan tepat pula atau yang disebut sebagai target market. Jika saat ini Anda sedang mengembangkan bisnis ekspor dan ingin mendapatkan hasil maksimal, sebaiknya benahi dan gunakan cara yang tepat dalam melakukan promosi.

Terlebih saat ini Indonesia memiliki ragam komoditas unggulan ekspor yang tiap tahun mengalami peningkatan permintaan dari pasar Internasional. Masih terbuka peluang untuk melakukan bisnis perdagangan internasional dengan importir dari negara-negara lain. Namun, untuk memanfaatkan peluang tersebut, Anda harus memiliki strategi yang tepat dalam memasarkan komoditas ekspor.

Ketika Anda melakukan promosi atau pemasaran atas produk berarti Anda sedang memberikan informasi secara meluas kepada calon buyer yang akan menjadi target market. Dan dalam melakukan promosi ini harus menggunakan strategi yang tepat dan tidak boleh sembarangan. Karena dengan strategi yang tepat maka target market dapat menjadi konsumen yang loyal.

Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Bisnis Ekspor

Seperti kita ketahui, negara kita memiliki komoditas unggulan yang menjadi incaran berbagai negara. Sebagai negara yang memiliki sumber kekayaan alam yang berlimpah, Indonesia memiliki nilai ekspor yang tinggi dan setiap tahun mengalami peningkatan.

Memanfaatkan Strategi MOQ Yang Tepat Dalam Bisnis Ekspor

Memanfaatkan Strategi MOQ Yang Tepat Dalam Bisnis Ekspor

Saat kita melakukan perdagangan, terlebih di era digital online saat ini seperti di marketplace, sering kita menjumpai istilah MOQ. Sebenarnya apa itu MOQ? Dan apakah perlu penerapan MOQ dalam aktifitas bisnis ekspor?

Pengertian MOQ

MOQ atau Minimun Order Quantity, bisa juga diartikan sebagai batas minimal jumlah pesanan. Namun, sebelum kita membahas lebih dalam tentang MOQ, mari bersama kita membahas beberapa realita yang mampu mewakili kita selama ini dan sangat sering kita jumpai dimana-mana.

Saat berbelanja online di marketplace, pernahkan Anda bertemu dengan penjual yang memberlakukan harga barang yang lebih murah daripada penjual lainnya tapi dengan disertai syarat minimal pembelian?

Contohnya ada produk tas yang bagus. Harga satuannya adalah Rp 5000, tapi jika ada penjual yang mampu mematok harga Rp 2000 bila Anda memborongnya dengan minimal jumlah pesanan 1000 pcs.

Harga yang mereka tawarkan ini bisa menjadi selisih yang sangat banyak, dan akan menjadi lebih murah daripada membelinya secara satuan karena nantinya akan dikenakan harga eceran.

Kondisi inilah yang kurang lebih menjadi gambaran sederhana dari pengertian MOQ ini. Batas yang paling sedikit yang bisa kita beli pada parang di penjual tertentu. Atau atau kita berada sebagai pihak penjual, maka MOQ adalah batas minimal jumlah yang boleh dijual dalam sekali transaksi.

Manfaat Penerapan Strategi MOQ

Menerapkan strategi Minimum Order Quantity (MOQ) juga diperlukan dalam aktifitas ekspor. Ada beberapa manfaat yang diperoleh eksportir ketika menerapkan strategi MOQ, antara lain:

Efektif dan Cepat Menghabiskan Stok Barang

Eksportir bisa memberikan syarat minimal jumlah pembelian kepada buyer importir. Jika Anda memiliki stok barang terlampau banyak di gudang, Anda bisa menerapkan metode ini. Berikan syarat jumlah minimal pesanan kepada buyer atau importir, dengan konsekuensi harga bisa lebih murah dari harga pasaran atau jika membeli satuan atau eceran.

Yuk Kenali Ragam Jenis Container dan Ukurannya

Yuk Kenali Ragam Jenis Container dan Ukurannya

Dalam aktifitas perdagangan internasional atau ekspor impor, peti kemas atau container adalah komponen yang tidak dapat dipisahkan. Jenis container juda sangat bervariasi. Oleh karenanya, jika bisnis Anda berorientasi ekspor atau mungkin sedang belajar ekspor, maka Anda wajib memiliki pengetahuan tentang ragam jenis container.

Keragaman jenis container itu sendiri tak terlepas dari kebutuhan dalam muat barang ekspor impor. Sebuah container didesain untuk memudahkan proses perpindahan barang dengan menggunakan berbagai jenis moda transportasi seperti melalui pesawat terbang, kapal laut, kereta api atau menggunakan truk tanpa harus membongkar muat barang barangnya.

Container juga dirancang agar bisa digunakan berulang kali. Dengan bentuk dan bahan yang kokoh penggunaan container ditujukan supaya bisa menyatukan berbagai muatan menjadi satu dan mudah dipindahkan serta bisa ditumpuk untuk penyimpanan.

Manfaat Container

Pengiriman barang menggunakan container dalam kegiatan ekspor memiliki manfaat tersendiri. Khususnya bagi 3 (tiga) pelaku aktifitas kegiatan yakni daru sudut pandang eksportir/importir, pemilik kapal, dan pelabuhan.

Manfaat Bagi Eksportir/Importir

  1. Mengurangi biaya transportasi
  2. Menghemat biaya pelabuhan (port charge)
  3. Mengurangi biaya pergudangan dan inventori
  4. Mengurangi biaya pengepakan/pengemasan
  5. Mengurangi premi asuransi

Manfaat Bagi Pemilik Kapal

  1. Mempercepat waktu penyelesaian bongkar muat
  2. Bisa memuat lebih banyak cargo

Manfaat Bagi Pelabuhan

  1. Mengurangi kemacetan pelabuhan
  2. Mempercepat proses bongkar muat

Jadi, kita perlu memakai kontainer ketika melakukan ekspor/impor supaya menghemat biaya, waktu, memudahkan proses yang terjadi, dan lain sebagainya.

Jenis Container Berasarkan Ukuran

Berdasarkan ukuran, ada 3 (tiga) jenis container yang sering digunakan dalam aktifitas perdagangan ekspor, antara lain:

Container 20 ft

Container ukuran 20 ft merupakan container dengan standar ukuran ISO yang paling banyak digunakan saat ini. Khususnya dalam pengiriman menggunakan kapal laut, baik kapal besar atau kecil.

Panduan Budidaya Udang Vaname dengan Cara Tradisional Untuk Ekspor

Panduan Budidaya Udang Vaname dengan Cara Tradisional Untuk Ekspor

Udang Vaname merupakan salah satu komoditi budidaya perikanan yang memiliki harga cukup tinggi dipasaran. Banyaknya peminat atas kuliner seafood mengakibatkan permintaan terhadapa udang jenis ini juga kian melejit. Oleh karenanya banyak petani tambak yang mulai melakukan budidaya udang Vaname ini karena menawarkan keuntungan yang manis.

Alasan Memilih Budidaya Udang Jenis Udang Vaname

Udang Vaname dinilai memiliki keunggulan dari udang jenis lain. Udang ini lebih tahan terhadap serangan penyakit, pertumbuhan cepat, dan tahan terhadap gangguan lingkungan. Sehingga tak heran jika banyak petani tambak memilih untuk budidaya udang vaname.

Meningkatnya permintaan udang dengan nama latin Litopenaeous Vannamei tidak datang dari pasar dalam negeri saja, namun juga datang dari pasar mancanegara. Sehingga udang Vaname menjadi komoditas unggulan ekspor Indonesia.

Nilai ekspor udang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Udang hasil budidaya petani tambak sudah merambah ke berbagai penjuru dunia. Pasar internasional yang mendominasi adalah Amerika Serikat, Jepang, China, dan masih banyak negara lainnya.

Panduan Singkat Budidaya Udang Vaname Untuk Ekspor

Tingginya nilai ekspor udang vaname tidak hanya menguntungkan pemerintah. Bagi masyarakat, potensi untuk meraup keuntungan dengan budidaya udang vaname juga masih tinggi.

Dalam melakukan budidaya udang Vaname dapat menggunakan air tawar. Sehingga peluang ini terbuka bagi siapapun.

Bagi Anda yang masih merupakan seorang pemula dalam dunia budidaya udang vaname, panduan budidaya udang Vaname dengan cara tradisional berikut ini bisa Anda ikuti.

Persiapan Tambak

Keringkan tambak hingga dasar untuk menghilangkan lumut dan lumpur. Ukur pH dasar tambak, jika pH dasar kurang dari 6, maka taburkan kapur pertanian sebanyak 840 kilogram per Ha. Jika dasar kolam tidak bisa kering, pakailah pupuk dasar nitrat sekitar 15 gram per meter persegi untuk daerah yang berair dan juga mengandung bahan organik.

Penaburan Pupuk Organik

Sebelum diisi air, taburi tambak dengan pupuk organik yang disebarkan secara merata pada dasar tambak. Pupuk organik ini bisa berupa tepung gandum, kulit padi, jagung, dedak, tepung kedelai, biji kapas ataupun pupuk kompos. Pupuk organik tadi sebaiknya ditebar secara merata pada permukaan dasar tambak untuk memudahkan udang vanamei dan juga plankton dalam mendapatkan pupuk organik seperti selulosa atau komponen yang tidak tercerna pada dasar tambak.

Pengisian Air

Isi tambak dengan air hingga kedalaman ideal yaitu antara 1 hingga 1,5-meter agar udang vanamei leluasa dalam bergerak sehingga tidak membatasi pertumbuhan udang.

Kepadatan Algae

Dalam budidaya udang vanamei dengan cara tradisional, salah satu hal yang harus diperhatikan ialah ketersediaan algae plankton di dalam tambak. Algae ini harus dapat mencukupi kebutuhan pakan alami udang sekaligus dapat mempertahankan kondisi kimiawi air guna mendukung perkembangan udang.

Pengertian Incoterms, Tujuan dan Jenisnya dalam Kegiatan Ekspor

Pengertian Incoterms, Tujuan dan Jenisnya dalam Kegiatan Ekspor

Mungkin sebagian dari kita yang bergerak pada dunia bisnis di bidang ekspor barang sudah tidak asing lagi mendengar istilah Incoterm. Namun, bagi pebisnis pemula yang baru akan terjun ke dunia ekspor, mungkin terasa asing dengan istilah ini.

Anda tidak perlu khawatir, karena di artikel ini kami akan membahas secara khusus mengenai pengertian incoterms dan apa peranannya dalam aktivitas ekspor, serta jenisnya.

Sebelum menjadi eksportir, tentunya harus memahami segala hal yang berkaitan dengan dunia perdagangan internasional. Hal paling mendasar yang harus diketahui mulai dari cara mengurus izin usaha hingga memahami berbagai istilah yang dilampirkan pada dokumen persyaratan ekspor.

Selain itu, setiap eksportir juga harus mengetahui berbagai istilah incoterms untuk memudahkan dalam menjalankan kegiatan usaha ekspor.

Incoterm sendiri sebenarnya merupakan istilah yang sangat umum digunakan dalam perdagangan internasional.

Apa Itu Incoterms?

Diambil dari asal katanya, Incoterms adalah singkatan dari kata International Commercial Terms. Jadi, jika diartikan dari asal katanya, maka arti kata Incoterms adalah sebagai berikut:

  • International : Internasional atau antar negara.
  • Commercial : bentuk perdagangan atau yang berkaitan dengan perdagangan.
  • Terms : kata jamak dari term yang artinya istilah-istilah

Incoterms diciptakan untuk menyamakan makna yang ada antara eksportir dengan importir dalam perdagangan internasional, di mana tujuan utamanya adalah agar komunikasi dapat berlangsung dengan efektif serta perdagangan internasional dapat berjalan dengan lancar.

Tips Sederhana Cara Menentukan Harga Jual Ekspor

Tips Sederhana Cara Menentukan Harga Jual Ekspor

Harga selalu menjadi fokus para buyer/ importer dalam melakukan transaksi di pasar internasional. Karena itu, sebagai eksportir kita harus pintar menentukan harga jual ekspor, yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga bersaing dengan kompetitor.

Salah satu tujuan berbisnis adalah untuk mendapatkan laba. Sama halnya dalam bisnis ekspor, kita harus pintar-pintar menentukan harga. Jangan sampai harga yang kita tawarkan kepada buyer terlalu murah atau terlalu mahal. Jadi harga itu harus dihitung dengan serius.

Indonesia memiliki komoditas unggulan di pasar internasional. Tentunya dalam hal harga, pastinya juga bersaing dengan negara lain yang memiliki komoditas serupa. Harga jual ekspor sangat berperan dalam keberhasilan ekspor suatu komoditas.

Oleh karena itu, alangkah baiknya Anda benar-benar mempersiapkan harga jual ekspor yang tepat, agar bisa bersaing di pasar global. Hal ini perlu diperhatikan agar komoditas unggulan Indonesia tetap bisa bersaing dengan negara lain. Namun sebelum membahas cara menentukan harga jual ekspor, ketahui terlebih dulu apa saja komoditas unggulan yang dimiliki Indonesia.

Sekilas Komoditas Unggulan Yang Kerap Diminati Pasar Global

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang kaya akan hasil alamnya. Sehingga tak heran jika hasil kekayaan alam Indonesia menjadi komoditas unggulan ekspor ke berbagai penjuru dunia untuk memenuhi permintaan pasar.

Disamping itu, dengan melakukan kegiatan ekspor komoditas unggulan, bisa membantu perekonomian negara, karena secara tidak langsung menambah devisa negara.

Komoditas Udang, Sang Primadona Unggulan Ekspor Indonesia

Komoditas Udang, Sang Primadona Unggulan Ekspor Indonesia

Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil alamnya. Sehingga tak heran jika Indonesia memiliki komoditas ekspor unggulan. Beragam hasil kekayaan alam Indonesia diperdagangkan hingga ke segala penjuru dunia untuk memenuhi kebutuhan manusia. Salah satunya adalah hasil industri perikanan adalah udang. Dimana saat ini udang menjadi primadona komoditas unggulan utama yang paling berperan membantu perekonomian negara.

Sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang kaya, Indonesia memiliki nilai ekspor udang yang tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya. Terlebih dengan kondisi geografis yang secara garis besar wilayah Indonesia adalah laut, maka tak heran Indonesia terkenal sebagai negara maritim.

Dan sebagai negara maritim, Indonesia mencatatkan diri sebagai negara pengekspor hasil perikanan terbesar di dunia. Salah satu hasil kekayaan alam dari sektor perikanan adalah udang.

Akan tetapi, tidak semua jenis udang bisa di ekspor ke mancanegara. Setidaknya ada 3 (tiga) jenis udang yang menjadi unggulan pasar ekspor Indonesia untuk memenuhi permintaan negara lain.

Mengenal Jenis Udang Unggulan Untuk Ekspor

Berikut 3 (tiga) jenis udang unggulan yang menjadi komoditas utama ekspor Indonesia:

1. Udang Vannamei

Pembudidayan udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) sedang berkembang pesat di Indonesia akhir-akhir ini. Udang Vannamei memiliki berbagai keunggulan dibandingkan udang lain, semisal lebih tahan serangan penyakit, pertumbuhan lebih cepat, masa pemeliharaan lebih singkat, tergolong tinggi daya tahan hidup selama pemeliharaan, pemberian pakan yang relatif lebih mudah.

Kenali Ragam Dokumen Yang Diperlukan Untuk Ekspor. Pebisnis Wajib Tahu!

Kenali Ragam Dokumen Yang Diperlukan Untuk Ekspor. Pebisnis Wajib Tahu!

Mengembangkan usaha hingga ke ranah ekspor menembus pasar mancanegara pasti menjadi impian bagi para pebisnis. Namun, bagi pebisnis yang baru akan terjun ke dunia ekspor pastiya menemukan sejumlah kendala. Salah satunya adalah ketidaktahuan tentang persyaratan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk ekspor.

Memang dibutuhkan banyak persyaratan dokumen untuk bisa melakukan kegiatan ekspor. Ini dikarenakan kegiatan ekspor terjadi di dua negara yang memiliki regulasi dan kebutuhan berbeda. Terlebih lagi, kegiatan ekspor memiliki risiko besar sehingga dibutuhkan berbagai dokumen sebagai pemeriksaan dan jaminan.

Dokumen-dokumen Terkait Kegiatan Ekspor Yang Perlu Anda Ketahui

Untuk bisa andil dalam transaksi perdagangan internasional khususnya ekspor, maka Anda perlu mengetahui dokumen-dokumen yang diperlukan dalam kegiatan ekspor. Untuk memudahkan pemahaman, dokumen ekspor sendiri dibagi menjadi 2 (dua) kategori, yaitu dokumen utama dan dokumen tambahan.

Dokumen Utama Kegiatan Transaksi Ekspor

Dokumen utama adalah dokumen yang wajib sifatnya untuk dibuat dalam setiap transaksi ekspor. Berikut jenis-jenis dokumen utama pada ekspor.

Invoice atau Faktur

Invoice, atau bisa disebut sebagai faktur atau nota, merupakan dokumen yang berfungsi sebagai suatu bukti transaksi atau penagihan, dibuat oleh eksportir untuk importir. Invoice harus mencantumkan elemen-elemen berikut: nomor & tanggal invoice, nama barang, harga per unit barang & total harga, nama & alamat eksportir, nama & alamat importir, serta keterangan rekening pembayaran jika diperlukan. Penting juga agar invoice dibuat menggunakan kop surat perusahaan eksportir.

Packing List

Packing list adalah dokumen yang berisikan rincian spesifikasi barang ekspor sesuai dengan invoice. Ini dibuat oleh eksportir atau perusahaan yang melakukan pengemasan langsung terhadap barang tersebut. Fungsi Packing List adalah untuk memudahkan mengetahui isi barang dalam kontainer apabila ada pemeriksaan. Dokumen ini hampir mirip dengan ‘surat jalan’ yang dipakai ketika melakukan pengiriman barang di dalam Indonesia.

Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill

Bill of Lading (B/L) merupakan bukti pengiriman barang atau tanda terima yang dibuat oleh Shipping Company untuk eksportir. B/L dikeluarkan setelah kapal berangkat dari Indonesia. Dokumen ini juga dapat digunakan sebagai kepemilikan barang, dengan eksportir yang memegang B/L adalah pemilik barang yang disebutkan di dalam dokumen tersebut. Sehingga, B/L adalah surat berharga yang perlu disimpan baik-baik oleh eksportir.

Polis Asuransi

Polis asuransi dibutuhkan sebagai surat bukti penanggungan yang dikeluarkan perusahaan asuransi untuk menjamin keselamatan atas barang ekspor yang dikirim, atas permintaan eksportir ataupun importir. Dokumen ini menyatakan jenis-jenis risiko yang diasuransikan serta pihak mana yang meminta asuransi dan kepada siapa klaim dibayarkan. Dengan adanya polis asuransi dalam ekspor, akan meminimalisir kerugian bagi kedua pihak eksportir maupun importir. Setiap asuransi harus dibayarkan dengan mata uang yang sama tertera di L/C (kecuali ada syarat lain).

PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)

PEB adalah surat pemberitahuan yang dibuat oleh eksportir kepada kantor Bea dan Cukai, sebelum setiap pengiriman ekspor. Pembuatan PEB dapat dilakukan sendiri oleh eksportir atau diwakilkan oleh forwarder. Lalu, PEB saat ini juga dapat dikirimkan secara online ke kantor Bea dan Cukai melalui sistem Electronic Data Interchange (EDI).

Mengenal Ragam Cara atau Metode Pembayaran Dalam Bisnis Ekspor

Mengenal Ragam Cara atau Metode Pembayaran Dalam Bisnis Ekspor

Bagi pebisnis yang ingin melebarkan jangkauan pemasaran produknya dengan melakukan kegiatan ekspor ke luar negeri bisa menjadi pilihan menguntungkan. Namun bagi pebisnis yang baru berencana melakukan ekspor, sering muncul pertanyaan bagaimana cara buyer membayar produk yang di ekspor. Dengan adanya kendala pertanyaan seperti inilah, terkadang tidak sedikit pebisnis yang mengurungkan niatnya untuk melakukan ekspor.

Padahal, dengan melakukan kegiatan ekspor, banyak sekali manfaat atau keuntungan yang bisa diperoleh. Produk akan lebih dikenal luas hingga ke mancanegara, disamping itu juga bisa membantu perekonomian negara karena akan menambah devisa negara. Manfaat lain tentunya adalah keuntungan secara financial akan bertambah seiring meningkatnya kebutuhan akan produk.

Oleh karena itu, salah satu langkah untuk menjadi eksportir salah satunya adalah dengan memahami cara atau metode pembayaran dalam bisnis ekspor.

Metode Pembayaran Bisnis Ekspor Yang Wajib Anda Ketahui

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan pebisnis yang akan melakukan kegiatan ekspor ialah memahami dan mempersiapkan metode pembayarannya. Dalam perdagangan internasional era modern, cara pembayaran tunai langsung biasanya dianggap kurang aman.

Secara umum, cara untuk melakukan pembayaran dalam proses perdagangan internasioan yang sering digunakan yaitu metode Letter of Credit (L/C).

Apa itu Pembayaran Letter of Credit (L/C) ?

Metode pembayaran L/C memungkinkan pebisnis atau eksportir menerima pembayaran dari importir, setelah produk dan dokumen dikirimkan, tetapi tidak perlu menunggu konfirmasi diterimanya produk di importir. Jadi ini seperti surat jaminan dari importir yang memastikan pembayaran kepada eksportir.

Melirik Potensi Ekspor Komoditas Biji Kopi Indonesia di Pasar Dunia

Melirik Potensi Ekspor Komoditas Biji Kopi Indonesia di Pasar Dunia

Dengan kekayaan alam dan iklim tropis, menjadikan Indonesia memiliki beragam komoditas ekspor unggulan, salah satunya adalah kopi. Dengan tanahnya yang subur, Indonesia memiliki perkebunan kopi yang tersebar di beberapa provinsi.

Indonesia memiliki beragam jenis asal kopi dari berbagai penjuru Indonesia seperti kopi Gayo, kopi Toraja, kopi Flores, kopi Lampung, dan lain-lain. Tapi apakah Anda tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara terbesar produsen biji kopi di dunia?

Dengan berlimpahnya produk biji kopi, Indonesia memang memiliki potensi ekspor biji kopi dibanding negara lain.

Indonesia menjadi salah satu negara eksportir kopi terbesar di dunia, dimana kegiatan ekspor kopi ini untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. Hal ini tentu menguntungkan karena akan meningkatkan devisa negara seiring dengan banyaknya kegiatan ekspor kopi.

Mengapa Kopi?

Kopi menjadi produk yang populer di dunia. Disamping itu, kopi menjadi komoditas terbesar kedua. Adapun dua jenis kopi yang paling diminati pasar global adalah kopi Robusta dan Arabika.

Jika kita lihat dari tingkat konsumsinya, sekitar 70% penduduk dunia ini adalah konsumen kopi Arabika, dimana memiliki cita rasa mild dan aromatik. Sedangkan sisanya, 30% penduduk dunia ini adalah konsumen kopi Robusta, dimana memiliki rasa lebih pahit dan kadar kafein 50% lebih tinggi daripada kopi Arabika.

Indonesia memiliki potensi besar melakukan kegiatan ekspor kopi, karena memiliki keunggulan sebagai negara penghasil biji kopi terbaik di dunia, terutama jenis kopi Robusta dan Arabika.

Daerah Penghasil Biji Kopi Terbaik di Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara yang menghasilkan kopi paling besar di dunia. Iklim di sini membuat banyak daerah cocok untuk digunakan sebagai lahan perkebunan kopi. Masing-masing daerah menyuguhkan kopi dengan aroma dan cita rasa yang berbeda-beda.